Oleh: irfanto | 17 Februari 2009

HEWAN MAKROBENTOS DAN DIATOM PERRIFITON

HEWAN MAKROBENTOS DAN DIATOM PERRIFITON
oleh:irfanto
Air memiliki peranan penting bagi kelangsungan hidup organisme. Peranan penting itu antara lain sebagai medium pertumbuhan dan pergerakan organisme, serta sebagai pembawa nutrien bagi produsen pada ekosistem akuatik. Salah satu sumber air yang penting bagi organisme adalah sungai yang dikenal juga sebagai perairan lotik. Sungai merupakan salah satu ekosistem akuatik yang mengalir dari dataran tinggi menuju dataran rendah. Arus merupakan ciri khas ekosistem lotik ini dan penentu faktor lingkungan fisika dan kimia serta komposisi substrat dasar sungai.

Ekosistem sungai sangat dipengaruhi oleh aktivitas manusia di daerah aliran sungai (DAS). Aktivitas manusia di Daerah Aliran Sungai sangat erat kaitannya dengan pemanfaatan air sungai di daerah pemukiman, industri, dan irigasi pertanian. Dengan demikian secara langsung atau tidak, sampah atau limbah pemukiman, industri, dan pertanian masuk ke dalam sungai. Sampah atau limbah tersebut mengakibatkan menurunnya kualitas air dan berubahnya komposisi substrat dasar sungai menyebabkan organisme yang hidup di dalamnya yakni hewan makrobentos terganggu.

Hewan makrobentos memegang peranan penting dalam eosistem perairan dan menduduki beberapa tingkatan trofik pada rantai makanan. Peranan penting tersebut karena mampu mengubah materi-materi authokton dan alokhton, sehingga memudahkan mikroba-mikroba menguraikan materi organik menjadi anorganik yang merupakan nutrien bagi produsen perairan.

Hewan makrobentos adalah golongan invertebrata akuatik yang sebagian besar atau seluruh hidupnya berada di dasar perairan, sesil, atau merayap dengan ukuran lebih besar dari 1 mm. Pada umumnya hewan makrobentos ini berupa larva insekta, Mollusca, Oligochaeta, Crustacea-Amphipoda, Isopoda, Decapoda, dan Nematoda.

Perrifiton adalh hewan maupun tumbuhan yang hidup di bawah permukaan air, sedikit bergerak atau melekat pada batu-batu, ranting, tanah atau substrat lainnya. Perrifiton dari kelompok hewan pada umumnya protozoa dan Rotifera, sedang yang dari kelompok tumbuhan sebagian besar terdiri dari mikroalga.

Diatom merupakan mikroflora utama di lingkungan perairan, karena kelimpahannya yang tinggi dan dapat ditemukan pada beragam habitat. Dominasi diatom sebagai penyusun perrifiton disebabkan karena diatom mempunyai kemampuan melekat pada permukaan substrat lebih baik dari pada mikroalga lainnya, hal ini karena diatom memiliki material berupa lendir atau dibantu suatu organel berupa kitin.

Hewan makrobentos lebih tepat digunakan sebagai indikator pencemaran organik di suatu perairan, karena pencemaran organik memberikan pengaruh spesifik terhadap masing-masing spesies hewan makrobentos itu. Misalnya saja Diatom perrifiton yang banyak hidup melekat di dasar perairan. Diatom perrifiton sangat penting dalam ekosistem perairan karena merupakan produsen dalam rantai makanan yakni sebagai penghasil bahan organik dan oksigen.

BOD dan COD merupakan dua parameter yang dapat menggambarkan tingkat pencemaran di dalam suatu perairan. Sebagai petunjuk adanya pencemaran organik di dalam perairan, penentuan BOD sangat berguna dan sensitif, namun kadang kala juga dapat meragukan bila di dalamnya sangat banyak masukan sampah rumah tangga dan sampah pasar. Karena sifatnya tersebut, maka perlu dilakukan penentuan lain yakni menggunakan perrifiton sebagai bioindikator.

Pada sungai yang tercemar oleh buangan organik, pada umumnya hewan makrobentos dan Diatom perrifiton akan mengalami perubahan komposisi. Perubahan ini disebabkan oleh tereduksinya hewan golongan tersebut. Dengan demikian, maka pencemaran organik tersebut akan menyebabkan perubahan distribusi longitudinal fauna hewan makrobentos dan mikroflora Diatom perrifiton tersebut.

Hewan makrobentos dan Diatom perrifiton merupakan indikator biologi yang baik untuk mengetahui tingkat pencemaran yang terjadi pada suatu perairan. Pertumbuhan dan perkembangbiakan hewan makrobentos dan Diatom perrifiton sangat tergantung pada kualitas dan kuantitas senyawa kimia yang terlarut dalam air.

Pencemaran yang disebabkan oleh senyawa nitrogen memperlihatkan pengaruh khusus terhadap spesies diatom. Konsentrasi amonia yang tinggi di dalam perairan dapat bersifat racun yang dapat membahayakan hewan dan vegetasi akuatik. Karena itu kelompok diatom ini merupakan indikator yang baik untuk pencemaran. Dengan demikian, penentuan status tingkat pencemaran air dapat ditinjau dari pola penyebaran spesies-spesies indikator diatom perrifiton disepanjang aliran sungai.

dikutip dari:moch.iqbal


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: