Oleh: irfanto | 17 Februari 2009

SISTEM KOORDINASI

SISTEM KOORDINASI
oleh:irfanto
Sistem saraf (neuron)
Sistem indera(mata, telinga, hidung, lidah, dan kulit)
Sistem hormon (kelenjar endokrin)

SISTEM SARAF (neuron)
Sistem saraf tersusun oleh berjuta-juta sel saraf yang disebut neuron.
Fungsi neuron adalah mengirimkan pesan (impuls)yang berupa rangsangan atau tanggapan.
Struktur neuron terdiri dari :
Badan sel (sitoplasma, nukleus, nukleolus)
Dendrit ( penjuluran pendek sitoplasma yang keluar dari badan sel, bercabang, membawa impuls ke badan sel)
Akson (penjuluran panjang plasma sel, membawa impuls dari badan sel ke neuron yang lain)
MEKANISME PENGHANTARAN IMPULS (PESAN)
Penghantaran impuls melalui serabut saraf(akson).
Terjadi karena perbedaan muatan listrik antara bagian luar dan bagian dalam membran serabut saraf.
Dalam keadaan istirahat permukaan luar membran serabut saraf bermuatan positif dan permukaan dalam bermuatan negatif(Polarisasi)
Bila terjadi rangsangan akan terjadi Depolarisasi, artinya permukaan luar membran serabut saraf menjadi negatif dan permukaan dalam menjadi positif.
Dengan demikian, antara daerah yang mengalami depolarisasi dan daerah yang mengalami polarisasi timbul aliran listrik.
Untuk menghantarkan impuls dibutuhkan energi (ATP)yang dilakukan oleh neuron itu sendiri.
MEKANISME PENGHANTARAN IMPULS (PESAN)
MEKANISME PENGHANTARAN IMPULS (PESAN)
Penghantaran impuls saraf.
Saraf dalam keadaan polarisasi  dirangsang  depolarisasi  timbul aliran listrik  timbul impuls saraf  penghantaran impuls melalui neuron
Pembagian otak manusia ( 3 bagian )
Otak besar (cerebrum) merupakan pusat pengaturan ingatan, kecerdasan, kesadaran, dan keinginan.
Otak tengah (mesencephalon) bagian atas merupakan pusat reflek mata dan pendengaran terdapat talamus dan hipotalamus yang bertanggung jawab terhadap pengaturan suhu tubuh, rasa lapar, dan keseimbangan cairan tubuh.
Otak kecil (cerebellum)ada dua bagian yaitu lobus kiri dan lobus kanan keduanya dihubungkan oleh jembatan varol. merupakan pusat pengaturan keseimbangan dan posisi tubuh serta mengkoordinasikan gerakan otot.
Bagian-bagian otak
Otak besar dan bagian-bagiannya.

Daerah asosiasi pada otak besar.

Sumsum lanjutan (medula oblongata)
Menghubungkan sumsum tulang belakang dengan otak.
Disebut juga batang otak.
Fungsi menghantarkan rangsangan dari sumsum tulang belakang ke otak.
Fungsi lain pusat pengaturan pernapasan denyut jantung, tekanan darah, menelan batuk bersin, bersendawa, muntah dll(lihat hal.60)
Susmsum tulang belakang(medula spinalis)
Merupakan kelanjutan dari medula oblongata.
Terdapat didalam sumsum tulang belakang memanjang dari tulang leher sampai tulang pinggang.
Fungsi menghantarkan impuls baik dari otak maupun menuju ke otak fungsi lainnya adalah mengatur gerak reflek.
Sistem saraf tepi
Sistem saraf sadar.
Mengatur gerakan yang disadari.
Seperti gerakan kepala, badan, otot rangka, dan anggota gerak.
Sistem saraf tak sadar (sistem saraf otonom).

Mengatur gerakan organ-organ tubuh yang kerjanya tidak kita sadari.
Misalnya denyut jantung, tekanan darah, dan gerakan peristaltik saluran pencernaan makanan.
Sistem saraf tak sadar /otonom(dapat dibagi menjadi 2:
Sistem saraf simpatik.
Sistem saraf parasimpatik.
Kedua sistem saraf ini bekerja secara antagonis (berlawanan)
Jika saraf simpatik mempercepat kerja salah satu organ maka saraf parasimpatik akan memperlambat, demikian pula sebaliknya.
Dapat dikatakan satu mempercepat dan yang satunya memperlambat.
Dengan demikian kerjasama antara keduanya dapat mengatur kerja organ-organ tubuh(denyut jantung, tekanan darah, mengecil dan membesarnya pupil mata), sehingga dapat bekerja secara normal.
Perbedaan antara gerak biasa dan gerak reflek.
Gerak yang disadari, rangsangan diolah dulu oleh otak.
Gerak reflek adalah gerak yang tidak kita sadari, dan berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis.

Kelainan dan penyakit pada sistem saraf manusia.
Epilepsi (ayan)disebabkan oleh (kerusakan otak pada saat lahir, infeksi, racun, luka pada otak atau tumor pada otak).
Alzheimer penderita kehilangan kemampuan untuk mengingat peristiwa yang baru saja terjadi, pelupa, tersesat ditempat yang biasa dikunjungi dll. Penyebabnya adalah diperkirakan pernah terjadinya luka di bagian kepala, faktor keturunan/genetik.

Sistem saraf pada hewan
Sistem saraf serangga
Sistem saraf tangga tali.
Terdiri dari serabut-serabut saraf terletak dibagian tubuh ventral (perut).
Sistem saraf ikan
Otak besar
Otak tengah
Otak kecil
Otak besar dan otak tengah pusat pengaturan penglihatan dan penciuman.
Otak kecil pusat keseimbangan.

Sistem saraf ampibi
Otak besar
Otak tengah
Otak kecil
Medulla oblongata
Otak tengah berkembang baik,shg memiliki kemampuan penglihatan yang baik.

Sistem saraf reptil
Otak besar
Otak tengah
Otak kecil
Medulla oblongata
Otak besar berkembang baik,shg memiliki kemampuan penciuman yang baik.

Sistem saraf pada burung
Otak besar
Otak tengah
Otak kecil
Medulla oblongata
Otak besar dan kecil berkembang dengan baik sehingga burung memiliki penglihatan dan keseimbangan yang baik.
Gambar otak burung
Sistem hormon
Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan oleh kelenjar endokrin(kelenjar buntu).
Hormon langsung masuk ke dalam pembuluh darah dan bersama darah diedarkan keseluruh tubuh
Hormon yang beredar memiliki organ target (sasaran)
Dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah yang cukup
Kekurangan /kelebihan hormon dapat mempengaruhi beberapa proses dalam tubuh.
Kelenjar endokrin pada tubuh manusia
Kelenjar hipofisis(kepala)
Kelenjar tiroid dan paratiroid (leher)
Kelenjar adrenalin(ginjal)
Kelenjar pankreas(pankreas)
Kelenjar kelamin(testis dan ovarium)
Hormon yang dihasilkan oleh hopofisis
Hormon pertumbuhan(growth hormone)
Hormon tirotrop(TSH)
H. adrenocorticotropic
Hormon FSH
Hormon LH/ICSH
Hormon laktogen (prolactin)

Hormon ADH
Hormon oksitosin

Kelenjar tiroid(gondok), paratiroid
Kel. tiroid
Hormon tiroksin
Apakah akibat yang akan ditimbulkan jika anak kekurangan /kelebihan hormon tiroksin?
Kel. paratiroid
Hormon paratiroid
Apakah akibat yang akan ditimbulkan jika anak kekurangan /kelebihan hormon paratiroid /parathormon?

Kelenjar adrenalin(anak ginjal)
Bagian medula/sumsum(tengah) menghasilkan hormon adrenalin.
Bagian luar (kortek)
Menghasilkan hormon
Glukokortikoid dan
Meneralokortikoid/
aldosteron
Kelenjar pankreas
Menghasilkan insulin
Mengubah glukosa menjadi glikogen dan disimpan dalam hati dan otot.
Kekurangan hormon ini dapat mengakibatkan diabetes militus/kencing manis.
Menghasilkan glukagon
Mengubah glikogen menjadi glukosa
Insulin dan glukagon bekerja secara antagonis / berlawanan.
Kelenjar kelamin (gonad)
Kelenjar kelamin pria
Dihasilkan hormon testosteron oleh sepasang testis.
Mengatur ciri-ciri kelamin sekunder pada pria dan berperan dalam pembentukan sperma.

Kelenjar kelamin wanita
Ovarium menghasilkan hormon estrogen(tanda-tanda kelamin sekunder wanita) dan progresteron(mempersiapkan dinding rahim untuk menerima embrio jika terjadi vertilisasi (pembuahan)

Hormon hewan invertebrata
Pada Coelenterata (hewan berongga) sistem saraf memiliki zat kimia neuropeptida fungsinya merangsang proses pertumbuhan, reproduksi, dan regenerasi.
Hewan arthropoda (insecta) menghasilkan hormon otak, hormon ekdison, dan hormon juvenil fungsinya mengatur metamorfosis pada serangga.
Beberapa hewan menghasilkan zat kimia yang disebut feromon fungsinya untuk komunikasi dalam kelompoknya dan menarik lawan jenisnya(pemikat) untuk melakukan reproduksi perkawinan.
Sistem indra pada manusia
Indra penglihatan (mata)
Indra pendengaran(telinga)
Indra pengecap(lidah)
Indra peraba (kulit)
Indra pembau (hidung)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: